Home Geografi Sejarah Penduduk
13-12-2017   |   Contact Us  |   Forum  |   Make it Homepage  |  
Local Churches
Anglican
Armenian
Coptic
Ethiopean
Grreek Orthodox
Maronite
Melkite
Roman Catholic
Syrian
GEREJA-GEREJA LOKAL

GEREJA-GEREJA LOKAL

 

Salah satu hal yang paling menonjol di Tanahsuci yang dijumpai para peziarah dalam kunjungan-kunjungan mereka adalah banyaknya denominasi gereja. Gereja-gereja ini memiliki akar yang kuat di Tanahsuci dengan sejarah yang panjang sejak awal Kekristenan. Kebanyakan orang Kristen di Tanahsuci adalah orang-orang Arab, kecuali orang Armenia. Akan tetapi sedikit sekali pendatang yang mengenali kenyataan ini karena kebanyakan orang beranggapan bahwa semua orang Arab pasti beragama Islam. Memang benar bahwa mayoritas orang Arab beragama Islam, tetapi ada juga minoritas orang Arab yang beragama Kristen. Karena itu orang Kristen yang dijumpai di Tanahsuci kemungkinan besar adalah orang Arab. Bahkan yang lebih menarik lagi, orang-orang Arab Kristen telah memeluk agama Kristen sejak sebelum lahirnya Nabi Muhammad dan berkembangnya agama Islam, dan mereka memakai bahasa Arab di gereja mereka. Di semenanjung Arab juga ada suku-suku Arab Kristen tetapi kebanyakan orang Arab yang tinggal di Tanahsuci dewasa ini adalah penduduk asli daerah-daerah yang dulu ditaklukkan oleh bangsa Arab. Dengan berjalannya waktu mereka mengadopsi bahasa dan kebudayaan Arab, misalnya seperti orang Maronit dan orang Siria.

Jumlah orang Arab Kristen di Tanahsuci semakin berkurang karena emigrasi yang disebabkan oleh keadaan politik yang tidak stabil di kawasan ini. Perlu diketahui angka kelahiran di keluarga-keluarga Kristen adalah rendah bila dibandingkan dengan keluarga Yahudi Ortodoks dan Islam. Di samping itu di Israel penyebaran agama dianggap sebagai suatu pelanggaran hukum.

 

 

Gereja Katolik Yunani atau Melkit:

 

Kata Melkit dalam bahasa Arab artinya raja atau kaisar, dan nama inilah yang diberikan kepada semua gereja yang menerima ajaran-ajaran Konsili Kalcedonia yang diadakan pada tahun 451 M. Hal ini dipertahankan oleh Raja dan gereja-gereja ini juga disebut gereja Ortodoks atau Byzantin.

Setelah terjadi perpecahan dalam gereja pada tahun 1054 menjadi gereja barat “Roma” dan gereja timur “Konstantinopel”, gereja barat kemudian diberi nama Katolik dan gereja timur bernama Ortodoks.

Pada abad ke-16 dan 17 perpecahan mulai terjadi di antara sebagian orang Kristen Ortodoks di timur, khususnya di Patriarkhi Antiokia, di mana mereka memisahkan diri dari Gereja Ortodoks dan bersatu dengan gereja Roma. Hal ini terjadi karena adanya misi-misi Katolik ke timur dan pengaruh Perancis sebagai “Pelindung Gereja Katolik”. Hal ini juga dipengaruhi oleh dekatnya dengan Gereja Maronit Katolik dan pentingnya kontrol Yunani atas institusi gereja ketika sebagian besar umatnya terdiri dari orang Arab di Antiokia. Mereka tidak berani memisahkan diri secara terbuka karena Gereja Ortodoks menjadi gereja resmi di Kekaisaran Turki dan telah menikmati dukungan dari penguasa Turki.

Akan tetapi pada tahun 1772 Uskup Ortodoks Damaskus “Seraphin Tanas” memisahkan diri dari gereja Ortodoks dan bergabug dengan Gereja Roma, dengan syarat dalam persatuan itu mereka tetap memakai liturgi Ortodoks. Dengan menamakan diri Melkit juga berarti mereka dikenal sebagai Ortodoks Yunani. Pada tahun 1838 Patriark Maxsimus Mazlum dari gereja Melkit mendapat gelar Patriark Antiokia, Yerusalem, dan Aleksandria.

Sekarang Patriark Melkit berkedudukan di Damaskus.

 

 

Gereja-gereja Ortodoks

 

Pada tahun 330 M Kaisar Konstantin mendirikan sebuah kota baru di Byzantin dan memberinya nama baru, Konstantinopel atau Roma baru. Kota ini menjadi tempat kedudukan Patriark pertama di timur, pusat banyak sarjana Kristen dan tempat lahirnya liturgi Byzantin. Setelah Konstantinopel menjadi tempat kedudukan Patriark Antiokia dan Aleksandria, Konsili Kalcedonia pada tahun 451 M juga mengangkat Yerusalem menjadi tempat kedudukan seorang Patriark.

 

Gereja-gereja di timur lebih banyak dipengaruhi oleh peradaban Hellenistik, yang berbeda dengan Roma dan setelah perpecahan Kekaisaran Byzantin, Konstantinopel menjadi ibukota wilayah bagian timur. Perbedaan antara Gereja timur dan barat terus berkembang dan pada pertengahan abad 9 perbedaan ini mencapai puncaknya. Perpecahan dapat dihindarkan sampai tahun 1054 M ketika, di bawah pimpinan Patriark Cerularios, gereja memisahkan diri dari Roma dan kemudian diikuti oleh patriark-patriark timur lainnya.

 

Agama Kristen masuk Rusia pada abad ke-10 melalui dua misionaris, Kyrillos dan Methodios, yang berhasil menyebarkan agama ini di antara bangsa-bangsa Slav. Ketika Pangeran dari Kiev, “Vladimir”, menerima agama Kristen, kota itu menjadi pusat gereja Rusia, yang bertanggung jawab kepada Patriark Konstantinopel hingga 1589 M, ketika seorang Patriark melepaskan diri dan memindahkan kedudukannya ke Moskow.

 

Di akhir abad 19 munculnya nasionalisme dan merdekanya banyak negara di Eropah juga menyebabkan munculnya gereja-gereja yang berdiri sendiri seperti Yunani pada tahun 1833, Polandia tahun 1924, Finlandia tahun 1926, Cekoslovakia tahun 1951, Belgrad tahun 1953, dan Makedonia tahun 1967. Semua gereja Ortodoks ini menjadi gereja yang berdiri sendiri meskipun mereka tetap memakai liturgi Byzantin dan semuanya mengakui Patriark Konstantinopel sebagai yang pertama di antara semua yang sejajar sebagai gelar kehormatan.

 

 

Gereja Katolik Roma

 

Santo Petrus meninggalkan Antiokia menuju Roma dan menjadi Uskup Roma yang pertama di mana dia wafat sebagai martir. Pada abad 4 Kaisar Konstantin mendirikan Basilika St. Petrus di atas makamnya. Roma merupakan salah satu dari tiga patriarkhi di seluruh dunia Kristen, bersama dengan Antiokia dan Aleksandria. Pada abad 4 Kaisar Konstantin mendirikan Konstantinopel yang menjadi Patriakhi keempat. Roma adalah patriarkhi dunia barat sementara yang lainnya untuk wilayah timur. Ketiga patriarkhi yang terakhir ini berbeda dari Roma karena kebudayaan Hellenistiknya dan perpecahan antara timur dan barat menjadi semakin besar hingga akhirnya menjadi permanen pada tahun 1054 M. Mereka kemudian benar-benar menjadi dua gereja yang berbeda total dengan satu ikatan bersama, yaitu ajaran-ajaran yang telah ditetapkan oleh Konsili-konsili pertama gereja.

Gereja barat kemudian disebut Gereja Katolik Roma sementara gereja timur disebut Gereja Ortodoks. Kepala Gereja Katolik Roma adalah Paus. Umat Katolik percaya bahwa Paus adalah pengganti Santo Petrus, Paus Pertama, dan adalah penerus Yesus di dunia, yang memperoleh jabatan ini dari Yesus sendiri (Yoh 21, Mat 16). Paus berkedudukan di Vatikan Roma, yang dianggap sebagai pusat kerohanian dan administrative bagi semua umat Katolik di seluruh dunia.

 

 

Gereja Katolik Roma di Tanahsuci:

 

Tanhsuci dianggap sebagai sebuah keuskupan agung dalam Gereja Katolik Roma dan Uskup Agung untuk Tanahsuci memiliki gelar Patriark. Ia tinggal di Patriarkhi Latin di kawasan Kristen di Yerusalem kota tua. Di samping Patriark ada pula delegatus apostolik yang mengurusi institusi-institusi dan badan-badan Vatikan di Tanahsuci. Ia tinggal di Bukit Zaitun di Yerusalem Timur.

 

 

Gereja Etiopia

 

Pada awal abad 4 seorang pemuda Siria bernama Fromnsios, dengan hampir tenggelam tiba di pantai Etiopia. Begitu tiba ia mulai menyebarkan injil, dengan demikian mulailah Gereka Kristen Etiopia dan ia mendapat gelar “abuna” dari Partiark Alexandria. Sejak itu agama Kristen berkembang di Etiopia sebagai agama negeri itu.

 

Pada abad 6 sembilan orang biarawan Kristen dari Siria tiba di Etiopia (sekarang dikenal sebagai sembilan santo) mengajarkan doktrin tentang satu kodrat pada Yesus. Melalui ajaran ini bergabunglah gereja Etiopia dengan gereja-gereja monofisit, yang menolak ajaran-ajaran Konsili Kalcedonia.

 

Tradisi Etiopia menganggap raja Etiopia sebagai penerus Raja Salomo dan penjaga gereja Etiopia selama berabad-abad. Raja yang terakhir dari dinasti ini adalah Kaisar Hiasilasi (1930-1974), yang menjadikan gereja Etiopia sebagai sebuah patriarki yang berdiri sendiri lepas dari Patriarki Aleksandria.

 

 

Gereja Armenia:

 

Menurut tradisi agama Kristen dimulai di Armenia oleh dua rasul Yesus, Bartolomeus dan Tadeus, tetapi santo pelindung Gereja Armenia adalah St Gregorius, yang membaptiskan Raja Armenia dan seluruh bangsa bersamanya, menjadikan Armenia sebagai bangsa pertama yang menerima agama Kristen.

 

Pada abad 5 gereja Armenia menolak ajaran-ajaran Konsili Kalcedonia, dan bergabung dengan gereja-gereja monofisit. Kaisar-kaisar Byzantin berusaha menarik mereka kembali kepada ajaran-ajaran Kalcedonia tetapi tidak berhasil.

 

Pada abad 12 gereja Armenia bergabung dengan Pejuang Salib dan beberapa patriarknya menunjukkan loyalitas kepada Paus. Akan tetapi hal ini tak berlangsung lama. Upaya yang dilakukan oleh misionaris Katolik, dari Ordo Dominikan dan Yesuit akhirnya berhasil mendirikan Gereja Katolik Armenia pada tahun 1742.

 

Gereja Armenia berdiri sendiri dengan empat Patriark, satu di Ashmiadzin sejak 1441, yang kedua di Silisia (sekarang Turki) tetapi tahta sucinya di Lebanon Antalias, ketiga di Yerusalem sejak 1311 ketika patriark Yerusalem memegang gelar kehormatan “Yang Mempertahankan Tanahsuci”dan yang keempat di Konstantinopel sejak 1461. Patriark Katolik Armenia berkedudukan di Beirut.

 

 

Gereja Koptik

 

Sejarah kekristenan di Mesir bermula dari jaman para rasul. Dipercayai bahwa Markus Pengarang Injil menyebarkan iman Kristen ke Aleksandria di mana dia wafat sebagai martir pada tahun 68 M. Kitab Suci diterjemahkan ke dalam bahasa Koptik pada abad kedua. Pada abad 3 Gereja Koptik mengalami penderitaan berat karena penganiayaan oleh Kaisar Romawi Dioklisianos. Periode ini dikenal sebagai periode para martir dan kalender Koptik dimulai pada masa ini. Periode ini juga menyaksikan lahirnya monastisisme, dengan tokoh-tokoh seperti St Antonius dan Bakhomious, pionir hidup membiara.

Patriark Koptik adalah yang pertama didirikan di Timur dan terkemuka dalam menyebarkan iman Kristen. Pada tahun 451 M Gereja Koptik menolak ajaran-ajaran Kalcedonia. Dewasa ini Gereja Koptik masih berdiri sendiri tetapi menerima ajaran-ajaran Kalcedonia. Patriarknya berkedudukan di Aleksandria dan gelarnya adalah Paus Koptik.

 

 

Gereja Siria

 

Gereja kuno Antiokia memisahkan diri dari aliran utama Byzantin karena mereka menolak keputusan-keputusan teologi Konsili Kalcedonia tahun 451. Akibatnya mereka mengalami penganiayaan berat sebagai monofisit bidaah oleh kaisar-kaisar Byzantin. Pada abad 7 sebagai akibat permusuhan mereka dengan Byzantin, mereka membantu orang-orang Arab menginvansi Siria.

 

Pada abad 16 sebagian orang Siria dipengaruhi oleh para misionaris Katolik. Pada tahun 1781 hal ini menyebabkan berdirinya Patriarkhi Katolik yang bergabung dengan Roma. Akan tetapi kebanyakan orang Siria tergabung dalam Gereja Siria yang beridiri sendiri dan Patriark Siria berkedudukan di ibukota Siria, Damaskus.

 

 

Gereja Maronit

 

Merupakan gereja yang terbesar di Lebanon dewasa ini, Gereja Maronit mengambil namanya dari St Maron, seorang rahib yang hidup di pegunungan Siria sekitar tahun 400 M. Para pengikutnya mendirikan sebuah biara yang menjadi pusat gereja Maronit.

 

Gereja Maronit menerima ketetapan-ketetapan teologi Konsili Kalcedonia dan bahkan mengalami penganiayaan karena mempertahankan ajaran-ajaran itu. Karena penganiayaan yang mereka alami selama berabad-abad orang Maronit sedidkit demi sedikit terpaksa pindah dari daerah perbukitan yang rendah ke pegunungan Lebanon, di mana mereka dapat mempertahankan diri dari musuh. Pada Abad 7 pemimpin Maronit John Maron mendirikan Patriarkhi dan menjadi Patriark Maronit pertama.

 

Pada jaman Pejuang Salib orang Maronit bersekutu dengan para Pejuang Salib dan mereka bergabung dengan Roma. Pada tahun 1584 Institut Maronit didirikan di Roma, di sana banyak imam dan uskup belajar teologi.

Semenjak tahun 1790 Patriark Maronit memilih Bkerke sebagai tempat kedudukannya.

 

 

Gereja Anglikan

 

Nama”Anglikan” artinya “Inggris”, tetapi Gereja Anglikan ada di seluruh dunia. Gereja ini mulai pada abad 6 di Inggris, ketika Paus Gregorius Agung mengirim St Agustinus ke Britania untuk membawakan suksesi apostolik yang lebih patuh kepada umat Kristen Keltik. Gereja Anglikan berkembang pada awalnya sebagai bagian dari Gereja Roma.

 

Pada awal abad 16 muncul banyak ketidakpuasan dengan Gereja Roma. 95 tesis Martin Luther yang terkenal itu ditempelkan pada pintu gereja di Wittenburg pada tahun 1517, dan berita tentang tantangan ini tentu saja telah sampai ke Inggris ketika, duapuluh tahun kemudian, cabang gereja Anglikan secara resmi menolak otoritas Gereja Roma. Raja Henry VIII membubarkan biara-biara pada tahun 1536.

 

Buku Doa Umum bahasa Inggris tahun 1662 menjadi dasar utama untuk kebanyakan liturgi Anglikan di seluruh dunia. Sementara beberapa negara memiliki buku doanya sendiri, semuanya banyak mengambil dari tradisi Inggris yang berakar pada karya asli Cranmer sang pengarang buku tsb.

 

Berkaitan dengan Tanahsuci Gereka Episkopal Yerusalem dan Timur Tengah didirikan pada abad 19 melalui gerakan misi. Sampai akhir abad 19 gereja ini berada dibawa satu keuskupan dengan Gereja Lutheran Evangelis, dan setelah itu Inggris terus mendukung Gereja Anglikan secara terpisah. Sekarang ini Gereja Anglikan memiliki seorang uskup berkebangsaan Arab dan banyak sekolah lokal dan badan pelayanan sosial. Katedral Anglikan St Yakobus di Yerusalem umatnya terdiri dari orang Arab dan expatriat yang bekerja erat bersama. Kebaktian diadakan dalam bahasa Inggris maupun Arab.